HOT NEWS
 Bantulah orang-orang menemukan guru ngaji, daftarkan syahadah anda di "bursa guru" sehingga guru qiraati tidak sulit untuk dicari Jangan sia-siakan masa emas putra/putri anda dengan menyerahkan pengajaran Al Qur-an kepada guru yang tidak memiliki sertifikat mengajar  Festival Qiraati Nasional akan dilaksanakan pada tanggal 9 - 12 Juli 2009 Email @qiraati.org untuk Koordinator Qiraati dapat diperoleh melalui menu Hubungi Kami
 
YM Qiraati
Bimbingan Membaca Al Quran
Kunjungi kami ya...
Telah Terbit Buku Catatan Perjalanan Penemu Metode Qiraati PDF print email
Written by Abdullah Hadhir   
Saturday, 07 February 2009 15:44

Catatan Perjalanan Penemu Metode Qiraati

“Kekasyafan, kekaromahan, dan power kewalian seseorang justru terkadang lebih tampak setelah ia meninggal.”

(Imam Ghazali).

Memperbincangkan KH. Dahlan Salim Zarkasyi, tentu kita tidak bisa lenggang begitu saja tanpa menyinggung Metode Qiraati, sebagai hasil penelitiannya (selama kurang lebih sepuluh tahun) di bidang pengajaran baca al Quran. Sementara mendiskusikan Metode Qiraati pula kita tidak bisa meninggalkan aturan main baca al Quran (ilmu Tajwid).

Al Quran adalah kalam Allah SWT yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibril, dan diteruskan kembali kepada umat seluruh alam. Kitab suci, sebagai kebenaran kerasulan Muhammad saw, tertulis dalam bentuk mushaf yang mutawatir,juga muta’abbad bi tilawatih (berpahala jika dibaca). Diturunkan secara berangsur selama kurang lebih dua puluh tiga tahun dalam dua periode, Makah dan Madinah.

Dalam kurun waktu lebih dari 14 abad lamanya Kitab Suci tersebut dibaca dan dipelajari. Dibaca karena sebagai petunjuk dan obat (hudan wa syifa), sedang dipelajari guna meraih petunjuk dan obat.

Yang membaca dia akan mendapatkan petunjuk, yang mempelajari dia akan menemukan obat / formula, sedangkan yang membaca dan mempelajarinya dia akan sampai pada keduanya, yakni petunjuk dan obat / formula.

 


Salah satu obat atau formula adalah lahirnya ilmu Tajwid. Tajwidterambil dari jawwada, berarti pembagusan atau perbaikan bacaan. Kata ini mengisyaratkan pada kita bahwa “perbaikan” adalah sebuah kewajiban. Kewajiban yang tiada henti. Usaha secara terus menerus yang mungkin tiada akhir. Namun ukurannya bisa sangat sederhana yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Makna tajwidsecara teknis menjadi, mengucapkan setiap huruf secara benar hingga tidak meninggalkan sifat-sifatnya, seperti istifal-isti’la’, hams, dan jahr. Juga syiddah-rakhawah dimana saat melafadzkannya akan muncul ketentuan-ketentuan seperti tarqiq-tafkhim, idhar-idgham, mad dan lain sebagainya.

Karena itu, mengetahui tajwid adalah menumbuhkan seni baca Kitab Allah, melestarikan keindahannya dengan ke-fashih-an dari awal baca sampai akhir dan berhenti (waqaf). Dengan demikian, yangngaji akan terjaga lisannya dari kesalahan dan berpahala. Begitulah kiranya Ibn Jazari (751-833 H.) berpendapat bahwa hukum membaca al Quran dengan mujawwad murattal adalah wajib. Pendapat ini beliau rangkum dalam barisan syair merentang sepanjang bait 71-74 dalam karya monumentalnya Matan Jazariyah :

Sedangkan Metode Qiraati adalah sebuah cara mengajar baca al-Quran secara baik dan benar (mujawwad murattal). Metode ini terangkum dalam bentuk buku-buku kecil berkelompok yang disesuaikan dengan kaidah ilmu Tajwid. So, siapapun yang membaca buku tersebut akan menemukan sebuah harapan, bahwa ia akan dapat membaca secara mujawwad murattal. Membaca tanpa meninggalkan kaidah-kaidah yang telah digariskan oleh ilmu Tajwid, meskipun orang tersebut belum pernah belajar ilmu Tajwid. Namun perlu disadari, sebaik apapun sebuah metode mengajar cara baca al Quran jika tidak diimbangi dengan guru-guru yang baik maka hasilnya pun kurang maksimal. Demikianlah yang dinginkan KH. Dachlan Salim Zarkasyi, yakni, mencetak anak-anak yang baik (bacaannya) melalui guru-guru yang baik (bacaannya) pula. Inilah salah satu alasan manarik kenapa biografi beliau diperbincangkan.

Pada awalnya KH. Dahlan Salim Zarkasyi sendiri kurang setuju perihal hukum baca al Quran dengan baik dan benar adalah fardlu ‘ain (semacam beban hukum (kewajiban) yang dikenakan pada setiap orang). Sementara mempelajari Ilmu Tajwid adalah fardlu kifayah (gugurnya beban hukum (kewajiban) yang jika ada seseorang telah melakukan). “Bagaimana mungkin seseorang dapat membaca al Quran dengan baik dan benar jika tidak mengetahui hukum tajwidnya.” Pertanyaan ini kemudian Beliau ajukan ke beberapa Kyai ahli al Quran di Jawa Tengah. Dari sini beliau dapat bekal berupa bukti-bukti dan argumentasi yang kemudian dijadikan sebagai dasar pola penyusunan Buku Metode Qiraati.

Hal lain yang patut kita perhatikan dari KH. Dachlan Salim Zarkasyi adalah mengenahi kritiknya terhadap dunia pendidikan. Sebagian besar guru masih menganggap bahwa anak adalah objek pendidikan, bukan pelaku. Padahal sebenarnya mereka adalah pelaku, yang belajar bukan yang diajar. Karena jika anak-anak sebagai pelaku, maka setiap anak memiliki kesempatan untuk bisa. Kemampuan untuk menyerap ilmu yang disampaikan para guru. Oleh karena itu, KH. Dachlan Salim Zarkasyi menyimpulkan bahwa tidak ada anak yang tidak bisa belajar, tapi yang ada adalah guru yang tidak bisa mengajar. Karena itu jangan heran jika di “lingkungan” Qiraati kualitas guru sangat diperhatikan.

Saya pernah bertanya mengenahi damonan, resep keberhasilan Beliau dalam mengajar. Ternyata, jawabannya pun sangat sederhana. Jauh, di luar apa yang saya pikirkan. Selain seorang guru harus selalu sabar, syukur, dan ikhlas. Seorang guru juga harus mampu mengatakan bahwa, “aku butuh mengajar.”

Sabar, syukur, dan ikhlas. Tiga kata ini memang sangat mudah dikatakan, mungkin tak semudah pelaksanaannya. Tapi jika ada kemauan, toh jalan pasti akan terbuka. Jika kita mau merenung sebentar, Tiga sifat tersebut memang sudah seharusnya dimiliki siapa saja yang berjiwa “mendidik.”

Sikap (sabar, syukur, dan ikhlas) ini merupakan buah dari bentuktirakat seorang pendidik. Tirakat adalah meninggalkan hal-hal yang selayaknya tidak dimiliki, dilakukan, atau dibiasakan oleh seseorang. Di sini, bukan ketika sifat itu harus ditinggalkan, melainkan guru seyogyanya membuang jauh-jauh sikap-sikap yang berlawanan dengan ketiga sifat tersebut. Ketiga sifat itu harus selalu ditumbuhkan dan dijaga. Singkatnya, jika ketiga sifat ini dipraktekkan, maka orang tersebut akan segera menyadari posisi sebenarnya. Bahwa tugas guru hanyalah menemani dan mengarahkan, bukan yang menentukan atau pemberi otoritas ilmu.

Dengan demikian, jika proses belajar selesai, semua dititipkan dan diserahkan kembali kepada Allah Yang Maha berilmu. Maka yang terjadi seorang guru tidak akan pernah lewat mendoakan murid-muridnya. Karena itu wajar jika keberhasilan KH. Dahlan Salim Zarkasyi selalu diiringi dengan sikap tawadlu’ yang selalu kitaketahui dari dawuh-dawuh Beliau, “ini semua inayah (pertolongan) Allah…, ini semua kersane (kehendak) Gusti Allah…”.

“Aku butuh mengajar....!”

Pernahkan kita berpikir demikian, terucap di dalamnya hati. Coba kita renungkan dawuh KH. Dahlan Salim Zarkasyi ini. Siapapun yang butuh, dia akan tergerak dan bangkit. Berusaha meraih sekuat tenaga terhadap apa yang ia butuhkan. Pesan tersebut bukanlah sembarang pesan, tapi sebuah motivasi tingkat tinggi. Saudara, renungkanlah!

***

Tidak banyak pola penulisan biografi dibungkus dengan kado ala cerpen (cerita pendek) seperti buku ini. Tampil dengan wajah yang berbeda, buku ini mengikat dan seperti tidak mau meninggalkan setiap detik yang telah dilakoni KH. Dachlan Salim Zarkasyi. Abu bakar dengan gayanya sendiri, lincah dan berhasil menampilkan kembali setiap kisah dari KH. Dachlan Salim Zarkasyi menjadi nyata dan hidup. Capek dan berkeringat. Empati dan menggugah. Maju dan menerobos.

Pilihan kata yang cerdas juga telah mengungkap kepermukaan sisi-sisi lain kehidupan KH. Dachlan Salim Zarkasyi selain sebagai guru ngaji. Lugas bertutur namun sederhana, membuat buku ini mudah diikuti dan diingat. Membaca biografi ini, anda akan mendapatkan banyak pelajaran. Di setiap tema yang disuguhkan mengandung hikmah yang menggugah kesadaran kita yang terpendam. Sehingga rasanya eman melewatkan meskipun hanya satu anak judul. Lihat saja di setiap bagian-bagiannya, dimana dengan sengaja pola penulisan dikelompokkan se-demikian rupa supaya pembaca lebih mudah mengenali KH. Dachlan Salim Zarkasyi. Sementara dibagian akhir pembaca akan mendapati gambar-gambar dan rujukan-rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan supaya pembaca sekalian lebih yakin tentang sosok penemu Metode Qiraati.

Buku “Aku Butuh Mengajar, Dachlan Salim Zarkasyi Bapak TK al Quran” ini adalah buku awal untuk memperkenalkan pribadi yang gigih, peneliti yang ulet, seorang Ayah yang berteman, sederhana, empati, dan cinta dunia anak. Pada bagian awal dan kedua mengisahkan tentang kegigihan dan keuletan Dachlan kecil. Suasana politik yang kacau dan negara dalam penjajahan, mengakibatkan perekonomian bangsa ambruk terseok-seok. Kondisi inilah yang merebut keindahan masa kanak-kanak dan remajanya. Ia harus bersabar karena bekerja, meskipun pada penjajah.

Kemudian, pertemuannya dengan para Kyai Sepuh membuat perubahan total dalam berpikir dan menyikapi kehidupannya. Apalagi setelah menyaksikan di beberapa tempat, musolla-musolla, masjid-masjid, dan tempat-tempat pengajian lain masih dijumpai banyaknya kesalahan dalam membaca al Quran. Hal inilah yang menggerakkan Beliau untuk meguru dan menyulap rumahnya menjadi laboratorium. Setelah sepuluh tahun melakukan penelitian, uji coba lapangan, Beliau menemukan satu formula. Suatu susunan bentuk tetap. Satu rumusan cara mengajar baca al Quran dengan baik dan benar. Kontan, semua pekerjaan dan kesibukan yang menggelayut pada pundaknya, Beliau tinggalkan. Walaupun sebagai pedagang beliau sukses. Meski sebagai tukang pijat beliau pun telah dipercaya. Pembaca dapat menyimak cerita ini pada bagian ketiga sampai ke lima.

Ada beberapa kemungkinan kenapa muncul rasa empati pada hati kita. Empati adalah keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Rasa ini muncul jika kita menyadari betul bahwa kehidupan ini adalah amanah. Titipan yang tidak kemudian kita gunakan dengan semau-maunya. Tapi menggunakannya sebagai bahan pertanggungjawaban kelak di hadapan Sang Khaliq. Rasa ini juga dapat muncul jika dalam kehidupan seseorang pernah di-ampiri kepayahan, kesulitan, atau persoalan lain yang bebannya sama.

Sikap empati yang dipraktekkan KH. Dachlan Salim Zarkasyi dengan keberpihakkannya pada para tunanetra yang ditampung dirumahnya adalah bukti keberhasilannya menghayati makna amanah kehidupannya, baca bagian keenam sampai ketujuh. Tidak cukup disitu, beliau juga mengajari para tunanetra itu dengan belbagai ketrampilan yang kelak dapat menopang kehidupan mereka, tanpa harus meminta lagi belas kasihan pada orang lain. Juga tetang konsep bersedekah Beliau yang justru sering diremehkan orang.

Tepat dibagian akhir, pembaca akan menikmati beberapa cerita unik sebagai hidangan penutup. Banyak yang mengatakan bahwa KH. Dachlan Salim Zarkasyi meiliki daya linuwih. Fakta telah banyak berbicara, dimana kasus-kasus terjadi bukan karena kebetulan semata. Justru sebaliknya, kejadian-kejadian janggal tersebut semakin menjelaskan bahwa beliau “tajam rasa” atau ngerti sak durunge winarah, tahu sebelum hal itu terjadi.

Suatu saat, setelah Beliau menerima tamu, Beliau pernah berujar pada putra-putrinya, “tamu-tamu itu akan lebih banyak lagi setelah aku meninggal.”

Akhirnya, meskipun lebih terkesan sebagai catatan berserak,semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua, juga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang sosok KH. Dachlan Salim Zarkasyi. Bagi mereka yang kebetulan bergelut dibidang yang sama, yakni sebagai guru ngaji, semoga buku ini bisa menjadi semacam inspirasi.

Jakarta, 20 Dzul Qa’dah 1428 H. /29 November 2007

Hadlir

Comments (7)
  • jahir  - bacaan yang paling benar
    kata pencipta qiraati, jangan ajarkan alquran yang salah karena yang benar itu mudah, pertanyaan apakah cara baca yang lama yang telah beredar salah semua? sebenarnya yang paling benar tolak ukurnya apa? bukankah versi cara baca alquran banyak. mhn penjelasan!
  • jauhari
    apa yang Bapak maksudkan dengan cara baca yang lama ?
    Yg diajarkan oleh penyusun qiraati adalah cara baca yang lama yaitu sejak jaman rasulullah.
    Jadi bukan masalah yang lama dan yang baru, tapi adalah yang paling sesuai dengan yang diajarkan rasulullah.
    Bagaimana kita mengetetahuinya ?
    Tidak ada cara lain kecuali dari guru-guru yang menerima al qur-an bersambung sampai kepada rasulullah.
    Silakan diperiksa apakah guru2 kita menerima al qur-an bersambung sampai rasulullah ?
    Jika memang bersambung maka itulah bacaan yang benar. Meskipun berbeda2 asal dari rasululaah maka itu semua benar adanya, tks
  • test
    test
  • nely wilayah
    Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. ..
    nyuwun agungipun pangapunten sebelumnya... selain kitab Qiroati yang kami rasakan manfaatnya hingga kini... saya pribadi ingin sekali mengenal lebih jauh mengenai sejarah, kelebihan dan segala apapun mengenai Qiroati, sebagai tambahan wawasan.... untuk hal ini, dari pihak terkait apakah ada buku yang menerbitkan khusus segala aspek mengenai Qiroati?? lalu dimana kira2 dapat saya temukan???
    matur nuwun sanget....
  • qiraati.pusat
    Saat ini sedang disiapkan revisinya untuk diterbitkan pada Syawal (IA)
  • Akhmad Istihadi
    Assalamu'alaikum wr. wb. Terimakasih kepada redaksi Metode Qiroati yang telah memberikan gambaran cara-cara mengajarkan Al-Quran Melalui metode qiroati yang sangat membantu bagi saya untuk makalah saya. saya sebenarnya ingin tahu cara mengajarkan bacaan metode qiroati tapi CD nya ko ngga ada ya?
  • qiraati.pusat
    Qiraati berprinsip bahwa mengajarkan al qur-an hanya bisa dilakukan melalui talaqqi bertemu dengan guru, cara inilah yang diajarkan rasulullah saw. Dengan demikian qiraati tidak akan menerbitkan CD, tks
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Last Updated on Saturday, 24 October 2009 10:44
 
 
Connect with facebook

Hi , login or create a new account below

Login

If you already have an account with this website login with your existing user name and password to enable Facebook Connect

Forgot your password? Forgot you username?
Create an account

Alternativley to create a new account using details from your Facebook profile enter your desired user name and password below

Powered by myApi

Registration and login on this web site has been made faster and easier by myApi, the Facebook Connect Joomla bridge

There is no need to worry, this website will never be able gain access to your account, or personal data you do not explicitly give it permission to use

Qiraati Event

Last month July 2010 Next month
M T W T F S S
week 26 1 2 3 4
week 27 5 6 7 8 9 10 11
week 28 12 13 14 15 16 17 18
week 29 19 20 21 22 23 24 25
week 30 26 27 28 29 30 31

Pengunjung Qiraati

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini51
mod_vvisit_counterKemarin148
mod_vvisit_counterMInggu ini481
mod_vvisit_counterBulan ini2333
mod_vvisit_counterSelama ini24534